Secara umum, table manners dapat diartikan sebagai tata cara makan yang baik dan
sopan, atau secara pemahamannya, Table
Manners merupakan etika atau aturan yang digunakan ketika menyantap makanan
– Yang juga termasuk di dalamnya tentang tata cara penggunaan peralatan makan. Setiap
lingkungan memiliki table manners
yang berbeda-beda – Tergantung bagaimana kebudayaan yang berlaku di dalam
lingkungan tersebut. Table Manners
diperkenalkan oleh bangsa Eropa sekitar
abad ke 14. Konsep table manners
atau etika makan ini didasari oleh prinsip, nilai, serta norma kesopanan yang
berlaku dalam lingkungan bangsawan pada abad itu, yaitu dimana seseorang yang
dianggap professional atau terpandang harus bisa bersosialisasi dan
menyesuaikan diri dengan lingkup kebangsawanannya – Maka dari itu, table manners lebih sering diterapkan
ketika menghadiri acara atau undangan makan yang cenderung formal.
Seiring perkembangan zaman,
konsep table manners pun mengalami
banyak perubahan yang bertujuan untuk menyesuaikannya dengan perkembangan
budaya dan sosial yang ada. Namun ada beberapa etika mendasar yang masih
berlaku sampai dengan saat ini, antara lain :
1.
Ketika menyantap makanan, mulut harus mengunyah
makanan dalam keadaan tertutup.
2.
Selalu berbicara dengan volume yang pelan ketika
sedang menyantap makanan.
3.
Jangan menatap orang lain saat menikmati
makanan.
4.
Jangan menimbulkan suara saat mengunyah makanan.
5.
Meminta ijin kepada tuan rumah / si empunya
acara apabila ingin meninggalkan meja makan
6. Apabila
Anda sudah selesai menikmati hidangan, letakkan
garpu di sebelah kiri dan garpu disebelah kanan bersama-sama di arah jam 5 di
atas piring dengan bagian pisau yang tajam menghadap ke dalam.
7. Selalu
menggunakan tusuk gigi ketika ingin membersihkan sisa makanan yang ada di dalam
mulut (gigi).
8. Usahakan
mencicipi semua makanan yang dihidangkan. Untuk itu, ambilah porsi makanan
secukupnya.
9. Ketika
mengambil minum untuk mengisi gelas Anda, tawarkan juga kepada orang yang ada
di sebelah kiri dan kanan Anda.
10.
Menambahkan
bumbu setelah mencicipi makanan dianggap kasar dan menghina koki.
11.
Jangan
meminta menyingkirkan sisa makanan anda kecuali acara makan sudah selesai dan
jangan pernah melakukan bila diundang ke acara formal, kecuali Anda berada di
restoran.
12.
Jangan
lupakan satu hal yang umum, jangan lupa untuk selalu mengatakan ‘tolong’ dan
‘terima kasih’ setiap kali anda meminta bantuan.
Perlu diketahui bahwa etika
makan di tiap tempat atau negara memiliki perbedaan, maka bagi mereka yang
sering melakukan wisata kuliner ke berbagai negara, perlu mempelajari terlebih
dahulu bagaimana etika makan yang berlaku di tempat yang mereka kunjungi.
No comments:
Post a Comment