Tradisi kuliner khas Imlek dalam budaya etnis Tionghoa
– Perayaan tahun baru Imlek merupakan salah satu perayaan pergantian tahun yang
sangat penting dan sudah berlangsung secara turun temurun. Pada perayaan
masyarakat etnis China ini, berbagai macam persiapan pun dilakukan, termasuk beberapa
makanan khas Imlek yang sering kita jumpai pada saat
menjelang perayaan tahun baru China ini. Menurut sejarahnya ada beberapa sajian
atau hidangan makanan yang wajib ada pada saat perayaan
Imlek. Apa saja hidangan-hidangan tersebut, berikut ulasan lengkapnya.
Tradisi Kuliner Masyarakat Tionghoa yang wajib ada saat perayaan
Imlek :
1.
Mie
Panjang Umur
![]() |
| source : segalamakan.com |
Makanan
ini wajib tersedia pada saat perayaan Imlek sebagai bentuk dari pengharapan
akan panjang umur. Bagi masyarakat etnis Tionghoa, mie merupakan simbolisasi
dari umur yang panjang – Biasanya masyarakat China menggunakan menyajikan Siu Mie atau Shou Mian, yang berarti mie umur panjang.
2.
Jiaozi
![]() |
| source : lifewithheather.wordpress.com |
Hidangan
ini merupakan makanan tradisional China yang juga dikenal dengan nama Kuo Tie,
dan pada umumnya makanan ini disajikan sebagai makana pembuka atau camilan.
Jiaozi menyerupai pangsit yang berisi daging babi atau udang cincang serta
sayuran yang dicampurkan ke dalam satu adonan.
Biasanya seluruh keluarga dan kerabat akan berkumpul pada malam perayaan
Imlek dan menikmati Jiaozi bersama-sama. Tradisi ini terus dilakukan sebagai
bentuk dari harapan untuk dapat hidup makmur dan sejahtera.
3.
Telur
Rebus dan Teh
![]() |
| source : seputarsemarang.com |
Bagi
masyarakat Tionghoa, telur yang direbus dengan menggunakan teh merupakan
lambang dari kesuburan. Biasanya untuk menambah rasa, telur rebus dimakan
menggunakan bumbu campuran kecap asin, kayu manis dann lada hitam.
4.
Kue
Keranjang
Bicara
perayaan Imlek jika tidak menyediakan kue keranjang (read: Moon Cake). Kue ini merupakan tradisi kuliner khas Imlek yang
paling popular di dunia. Dalam bahasa China, kue keranjang disebut Nian Gao – Nian artinya tahun, sementara Gao
berarti kue. Menurut filosofinya, kue keranjang merupakan simbolisasi dari
pengharapan rezeki yang terus meningkat di tahun berikutnya.
5.
Daging
Ayam, Ikan, Babi
Sajian
ketiga daging ini juga termasuk sebagai hidangan yang wajib disajikan pada saat
perayaan Imlek, dengan maksud agar orang yang menyantapnya tidak meniru sifat
dari ketiga hewan tersebut. Seperti yang kita tahu bahwa babi adalah hewan yang
pemalas. Lalu ayam yang mempunyai kebiasaan selalu berpindah ke makanan lain
ketika makanan yang sedang ia makan belum habis. Sedangkan ikan melambangkan dualisme,
yaitu satu sisi dimana kulitnya yang bersisik menyerupai ular – Yang sarat
dengan kejahatan, dan satu sisi lainnya yang menggambarkan ikan sebagai rezeki
atau keberuntungan. Hidangan ayam dan ikan harus disajikan dalam satu hidangan
utuh, yang melambangkan keutuhan dan kemakmuran yang berlimpah.
Jadi bagi kamu
yang ingin ikut merayakan hari raya Imlek, Simak ulasan lengkapnya di info seputar kuliner





No comments:
Post a Comment