Pages

June 10, 2013

Traveling & Eating Tips



Info seputar kuliner kali ini membahas tentang traveling. Apa yang biasanya muncul dalam benak kalian ketika mendengar kata tersebut? Mungkin ada yang mendefinisikan kata itu sebagai sebuah proses berkelana dari satu tempat ke tempat lain secara bebas. Namun, ada juga yang mampu memberikan definisi menarik tentang kuliner Bagi beberapa orang, traveling bisa juga diartikan sebagai kebebasan untuk mencicipi semua jenis makanan dan kuliner yang ada di seluruh pelosok negeri. Wah, bagaimana dengan kalian? Lebih setuju dengan pernyataan yang mana?

Jodi Ettenberg, seorang pecinta kuliner dan penulis buku The Food Traveler’s Handbook, memberikan beberapa tips tentang bagaimana menikmati berbagai hidangan di setiap negara yang ia kunjungi ketika proses traveling berlangsung. Mengawali perjalanannya, tanpa disadari karena sebuah pekerjaan, Jodi justru perlahan-lahan semakin menikmati setiap makanan yang ia cicipi dan menemukan cerita sejarah dan filosofi di balik setiap santapannya. Bahkan cara untuk menikmati setiap makanan juga memiliki tradisi yang berbeda. Eksplorasi melalui jenis makanan dapat mengantarkan kalian kepada sebuah nilai historical yang berharga dan perjalanan tak terduga lainnya.


Sebagai seorang traveler, membuat rute perjalanan bisa jadi menyenangkan, apalagi jika ditambah dengan ketersediaan makanan unik yang sayang bila dilewatkan begitu saja.

Tips pertama untuk seorang traveler adalah untuk selalu memulai santapan dengan menu paling dasar, yaitu: national dishes! Makanan khas dari sebuah negara bukan berarti yang selalu digembar-gemborkan kepada media atau khalayak ramai, namun bisa saja yang tersimpan di dalam pelosok desa. Pork Floss Corn Muffin yang tersembunyi di Chiang Mai, Thailand, misalnya. Dengan mencicipinya di kawasan yang tradisional, kalian bisa menemukan cerita menarik di balik pembuatan makanan tersebut.

Tips lainnya adalah cari tahu lebih dulu tentang etika bersantap di setiap negara yang akan kalian kunjungi. Mungkin banyak orang sudah mengetahui bahwa menancapkan sumpit tegak lurus di bagian tengah-tengah nasi adalah salah satu hal yang pantang dilakukan oleh masyarakat Asia, khususnya penganut agama Buddha. Hal ini disebabkan nilai sejarah dan kepercayaan mereka bahwa sumpit yang tertancap seperti itu adalah adat istiadat yang dilakukan untuk orang yang telah meninggal. Masih banyak lagi etika bersantap lainnya, khususnya Asia, coba tanyakan kepada penduduk di Thailand dan kalian pasti akan mendengarkan kisah yang lebih menarik untuk diulas.

Masih ada beberapa tips lainnya yang akan diulas dalam postingan berikutnya. Bagaimana? Semakin penasaran dengan cerita seputar traveling dan eating seru dari Jodi Ettenberg?

Lihat juga panduan restoran di jakarta


No comments:

Post a Comment