Info seputar kuliner kali ini membahas tentang traveling. Apa yang biasanya muncul dalam benak kalian ketika
mendengar kata tersebut? Mungkin ada yang mendefinisikan kata itu sebagai
sebuah proses berkelana dari satu tempat ke tempat lain secara bebas. Namun,
ada juga yang mampu memberikan definisi menarik tentang kuliner
– Bagi
beberapa orang,
traveling bisa juga diartikan sebagai kebebasan untuk mencicipi semua jenis makanan
dan kuliner yang ada di seluruh pelosok negeri.
Wah, bagaimana dengan kalian? Lebih setuju dengan pernyataan yang mana?
Jodi Ettenberg, seorang pecinta kuliner dan penulis buku The Food Traveler’s Handbook, memberikan beberapa tips
tentang bagaimana
menikmati berbagai hidangan di setiap negara yang ia kunjungi ketika proses traveling berlangsung.
Mengawali perjalanannya, tanpa disadari karena sebuah pekerjaan, Jodi justru perlahan-lahan
semakin menikmati setiap makanan yang ia cicipi dan menemukan cerita sejarah
dan filosofi di balik setiap santapannya. Bahkan cara untuk menikmati setiap
makanan juga memiliki tradisi yang berbeda. Eksplorasi melalui jenis makanan
dapat mengantarkan kalian kepada sebuah nilai historical yang berharga dan perjalanan tak terduga lainnya.
Sebagai seorang traveler, membuat rute perjalanan bisa jadi
menyenangkan, apalagi jika ditambah dengan ketersediaan makanan unik yang
sayang bila dilewatkan begitu saja.
Tips pertama untuk seorang traveler adalah untuk selalu
memulai santapan dengan menu paling dasar, yaitu: national dishes! Makanan khas dari sebuah negara bukan berarti yang
selalu digembar-gemborkan kepada media atau khalayak ramai, namun bisa saja
yang tersimpan di dalam pelosok desa. Pork Floss Corn Muffin yang tersembunyi
di Chiang Mai, Thailand, misalnya. Dengan mencicipinya di kawasan yang
tradisional, kalian bisa menemukan cerita menarik di balik pembuatan makanan
tersebut.
Tips lainnya adalah cari tahu lebih dulu tentang etika bersantap di setiap negara yang
akan kalian kunjungi. Mungkin banyak orang sudah mengetahui bahwa menancapkan
sumpit tegak lurus di bagian tengah-tengah nasi adalah salah satu hal yang
pantang dilakukan oleh masyarakat Asia, khususnya penganut agama Buddha. Hal
ini disebabkan nilai sejarah dan kepercayaan mereka bahwa sumpit yang tertancap
seperti itu adalah adat istiadat yang dilakukan untuk orang yang telah
meninggal. Masih banyak lagi etika bersantap lainnya, khususnya Asia, coba
tanyakan kepada penduduk di Thailand dan kalian pasti akan mendengarkan kisah
yang lebih menarik untuk diulas.
Masih ada beberapa tips lainnya yang akan diulas dalam
postingan berikutnya. Bagaimana? Semakin penasaran dengan cerita seputar
traveling dan eating seru dari Jodi Ettenberg?
Lihat juga panduan restoran di jakarta
No comments:
Post a Comment