Pages

April 10, 2012

Nama Makanan Yang Unik Agar Dilirik

Unik mulai dari nama yang disematkan hingga rasa yang nggak biasa. Pokoknya, semua yang unik-unik buat kalian.

Medan memang surganya makanan. Seluruh makanan dari berbagai daerah bisa didapatkan di sudut Kota Medan manapun dengan rasa yang sesuai lidah dan tentu dengan harga terjangkau. Kreatifitas memasak rupanya tidak hanya pada rasa dan sajiannya. Dalam persaingan pasar, produsen makanan dituntut se’kreatif’ mungkin karena persaingan yang sangat ketat. Makanya, produsen beralih menciptakan menu makanan sekreatif mungkin untuk menarik minat konsumen. Termasuk bikin nama yang unyu-unyu begitu. Mungkin juga karena sudah kebanyakan makanan ya, makanya harus pakai sesuatu yang unik, aneh, dan menarik, biar dilirik.





Cobain Ice Rujak Pengantin!
Gimana ya rasanya? Apa yang nyicip harus udah nikah dulu? Ups, tenang aja, nggak ada kaitannya ke sana kok! Ice Rujak Pengantin ini bisa didapatkan di Iga-Iga Bakso, Jl. Ring Road No. 100 Tj. Sari Pasar 1. Diberi nama Ice Rujak Pengantin karena saat diciptakan, pembuatnya terinspirasi oleh banyaknya pasangan kekasih yang nongkrong di tempat ini. Kalau dikasih nama Rujak Pasangan kan kurang bagus, jadi dipilihlah nama tadi untuk menggantikannya. Well, masih tetap ada hubungannya dengan pasangan kan?

Sesuatu yang beda dari rujak ini tentu tidak hanya namanya. Dengan Rp10.000 kalian sudah bisa menikmati segelas minuman berisi potongan jambu air dan serutan timun. Sementara itu nenas, pepaya dan kuini yang di-blend membuat kuahnya jadi kental. Di campur air gula merah dan cabe rawit juga, sehingga rasanya pedas, seperti rujak Aceh. Ada rasa asam juga yang berasal dari cuka. Pokoknya kamu bakal merasakan sensasi nano-nano saat menikmati Ice Rujak Pengantin ini.


Mulai Dari Martabak Ecek-Ecek Sampai Durian Berondok
Banyak banget menu-menu unik yang bisa dipilih disini. Uniknya, nama menu disni kebanyakan pakai bahasa Medan pulak! Tapi kali ini, Aplaus akan bahas beberapa saja. Di sini ada tiga menu yang menggunakan bahan dasar pastry. Ada Durian Berondok (Rp 15.000), yang dikatakan berondok karena duriannya ngumpet di dalam pastry goreng kering. Disajikan dengan ice cream vanilla sehingga rasanya mengalir di mulut. Ada juga Pisang Pocong 061 (Rp 15.000) yang bentuknya mirip pocong, serta Martabak Ecek-Ecek (Rp 15.000) yang porsinya sangat mini. semua menu unik ini ada di 061 Bistro yang beralamat di Jalan Ahmad Yani No. 80, Medan.


Penasaran Sama Jus Poligami?
Dibalik namanya, minuman yang sudah berusia 15 tahun ini ternyata punya cerita tersendiri dengan empunya. Seperti rasanya yang manis-manis kecut dan kadang terasa sepat ini, merefleksikan bagaimana kehidupan rumah tangga poligami. Menu ini dapat ditemui di Ayam Bakar Wong Solo, yang berlokasi di Jalan Gajah Mada No. 20 M.

Penyajiannya sederhana, sama seperti jus-jus kebanyakan. Berasal dari campuran lima jenis buah seperti mangga atau kuini, pepaya, sirsak, semangka dan alpukat. Seperti kehidupan kita yang terkadang pahit, kadang juga manis, ada rasa yang berbeda di setiap tegukannya. Dengan Rp13.000 kalian sudah bisa menyicip rasanya. Di area seluas 6.000 meter persegi ini, kamu semua bakal merasakan betah menikmati suasana alam terbuka dengan desain ala perpaduan keraton Jawa dengan gaya modern.


Ada Juga Batagor Kumis Naga dan Tako Toping Gurita!
Banyak menu yang ditawarkan di Food Court d’loft yang Thamrin Plaza, lantai 7 ini. Batagor Kumis Naga dan Tako Toping Gurita membuat Aplaus tertarik mencicipinya. Langsung saja pesan Batagor Kumis Naga (Rp 16.000) di gerai Namura. Kalau difoto kelihatan seperti naga yang sedang melingkar, tapi waktu disajikan bentuknya agak sedikit berbeda. Yang mencolok adalah bentuk kumis naganya, dibuat dari campuran udang dan ikan yang dibalut dengan kulit pangsit yang dibentuk seperti naga lalu digoreng. Enak dimakan selagi panas dan dicocol dengan sambal cabe merah yang lumayan pedas.

Kalau yang menarik dari Tako Toping Gurita (Rp23.000) ini bukan namanya, tapi bentuknya. Disusun dari dua buah takoyaki (salah satu makanan khas Jepang) yang bentuknya seperti bakso dan di dalamnya berisi potongan wortel dan potongan sayur bertekstur lembut. Gerainya berseberangan dengan Namura, tepatnya di Tako n Friend’s.

 
Mix Bikini Bottom Juga Nggak Kalah Menarik
Suasana klasik ala bangunan Belanda tempo dulu menyambut kedatangan kami di Gardenia Family Resto & Coffee Shop, Jalan Dr. Mansyur No. 2A sore itu. Ornamen ruangan berupa keramik porselen antik digantung pada tiang bangunan dalam. Meja dan kursinya yang dicat putih mirip meja kayu yang dipakai rumah-rumah Belanda zaman dulu. Beberapa sofa juga diletakkan di sana. Kalau tidak suka di ruangan, kalian bisa menikmati suasana terbuka di halaman luar Gardenia.

Dari sekian list di menu, kami menjatuhkan pilihan pada Mix Bikini Bottom (Rp 45.000). Soalnya, begitu melihat menu ini jadi ingat Bikini Bottom yang ada di film kartun Spongebob, and vice versa! Memang ada kaitannya loh... Bikini Bottom tempat tinggal Spongebob dan kawan-kawan berada di laut. Bahan utama menu ini adalah udang, cumi, dan ikan yang kemudian dicampur dengan jamur, sayuran, dan pakcoy (sejenis sayur sawi) yang disajikan dengan saus pek cha (bahasa Hokkien yang artinya goreng polos).

Dihidangkan lengkap dalam satu nampan, terdiri dari nasi, roti mantau, pakcoy, beberapa irisan buah dan manisan China yang dibuat dari mentimun. Masakan ini sejenis sup, tapi kuahnya agak kental karena campuran beberapa seafood serta jamur terasa nendang di lidah. Berbagai menu unik lain juga bisa kalian pesan, seperti Nasi Goreng Spongebob atau Wow!! Pisang misalnya. (Teks: RZU/Foto: BH/Aplaus)

No comments:

Post a Comment